Alert Pay

Get Cash From Your Blog Please

Laguku


Powered by iSOUND.COM

Kamis, 16 April 2009

Ilmuwan Inggris Ciptakan Robot Ikan Pendeteksi Polusi


Para ilmuwan Inggris berhasil merancang robot ikan untuk mendeteksi pencemaran air. Jika uji coba pertama yang akan dilaksanakan tahun depan di pelabuhan Gijon, Spanyol utara, itu sukses, para ilmuwan akan segera menggunakannya di sungai, danau, dan laut-laut di seluruh dunia.

Pembuatan robot berbentuk ikan bawal ini menghabiskan dana 20.000 pounsterling atau Rp 319 juta per satuannya. Gerakannya seperti ikan asli dan dilengkapi dengan sensor kimiawi untuk mendeteksi sampah polusi berbahaya, seperti bocoran kapal atau pipa bawah tanah.

Ikan-ikan robotik ini akan mengirimkan informasi yang dicerapnya ke daratan dengan menggunakan teknologi Wi-Fi. Tidak seperti ikan robot sebelumnya yang memerlukan tombol pengendali, ikan-ikan robot generasi baru ini secara independen akan mampu melacak polusi tanpa berinteraksi dengan manusia.

Rory Doyle, ilmuwan peneliti senior pada perusahaan perekayasa BMT Group, yang mengembangkan ikan robot tersebut bersama dengan para peneliti dari Universitas Essex mengatakan, ada banyak alasan mengapa mereka lebih tertarik membuat robot berbentuk ikan bawal itu ketimbang mengembangkan kapal selam konvensional.

"Dengan ikan robot, kami tengah mengembangkan satu desain yang diciptakan oleh proses evolusi berusia ratusan juta tahun dengan energi yang sangat efisien," katanya agak bercanda. "Efisiensi ini adalah hal yang kami perlukan untuk menjamin bahwa sensor deteksi polusi kami bisa menjejak lingkungan bawah air selama berjam-jam."

Caleg Setengah Gila, Minta Telanjang

Wisma Rehabilitasi Mental, Sosial, dan Narkoba yang terletak di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, merawat sembilan pasien baru yang mengalami stres, enam di antaranya caleg yang kalah dalam Pemilu 2009.

"Sembilan orang stres itu berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Pekalongan. Namun maaf, kita tidak bisa menyebutkan identitas mereka, karena ndak etis," kata pengasuh Wisma Rehabilitasi Mental, Sosial, dan Narkoba, Supono Mustajab, di Purbalingga, Rabu (15/4).

Selain caleg, kata dia, di antara sembilan orang pasien baru yang datang pascapemilu itu merupakan tim sukses dan keluarga caleg yang mengalami depresi akibat kekalahan dalam pemilu.

Menurut dia, pasien-pasien baru itu sering kali mengigau minta uangnya yang telah dikeluarkan untuk pemilu dapat dikembalikan.

Bahkan, ada pasien yang selalu ingin telanjang dan ada pula yang diam terus tanpa respons saat disapa. "Mereka saat ini dirawat 11 dokter, dua di antaranya spesialis kejiwaan dan saat ini kondisi pasien mulai tenang," katanya.

Pohon Cemara Tumbuh di Paru-Paru Manusia

Liputan6.com, Izhevsk: Artyom Sidorkin, warga Izhevsk, Republik Udmurtia, Rusia, tak menyangka bahwa sebuah pohon cemara tumbuh dalam paru-parunya. Awalnya ia hanya mengeluh sakit dada, dan hasil pemindaian Sinar X menunjukkan kemungkinan adanya kanker atau tumor.

Namun tim dokter tak menyangka, operasi pengangkatan tumor itu akan berakhir dengan temuan pohon cemara. Pohon sepanjang lima sentimeter itu kini telah dikeluarkan dari tubuh Sidorkin. Pohon itu tampak tumbuh sempurna meski tanpa sejumlah syarat wajib bagi tumbuh kembang pohon, seperti sinar matahari dan air.

Belum diketahui asal-muasal masuknya pohon ke paru-paru pria itu. Sidorkin bingung, karena ia tak merasa pernah menelan bibit cemara. Para ahli biologi tak habis pikir, bagaimana bisa cemara tumbuh di paru-paru manusia. Kini tim dokter berencana menulis laporan terkait masalah ini.

Mahasiswa ITB Kembangkan Game Edukasi Anak SD

Anak bangsa kita ternyata tidak bisa sepenuhnya di bilang belum mampu mengharumkan nama indonesia,beragam prestasi telah di tunjukkan seperti yang satu ini,,

BANDUNG,Kolaborasi antara mahasiswa Teknik Informatika dengan Seni Rupa ITB menghasilkan sebuah game edukasi bernama Akademi Ekspress. Game tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak usia sekolah dasar belajar sambil bermain.

Game ini menceritakan kehidupan di sekolah dengan tokoh seorang anak SD. Di sekolah tersebut, terdapat beberapa mini game yang harus dimainkan di setiap kelas yang dimasuki oleh anak tadi.

Akademi Ekspress ini menggunakan framework Playfirst SDK yang didapat secara asli atas hasil dukungan dari Microsoft. Pengkodean game menggunakan Microsoft Visual Studio dengan bahasa pemrograman C++.

Pengerjaan game yang memakan waktu efektif sekitar 2 bulan melibatkan 4 orang mahasiswa Teknik Informatika ITB yaitu Andrew Pratomo, Shieny Aprilia, Umi Fadilah, dan Indra Soaloon yang berperan sebagai developer dan interface designer. Sementara ide cerita dan story board dikerjakan oleh Priscilla Irene dan Yuri dari Fakultas Desain dan Seni Rupa ITB.

"Ide cerita memang berawal dari ingin bikin game yang menyenangkan untuk dimainkan, seperti game-game big fish. Kebetulan game tentang anak sekolah sepertinya belum ada. Maka jadilah game ini," jelas Umi, mahasiswa Teknik Informatika 2005, salah satu kreator game.

Sumber: WWW.ITB.AC.ID


Makanya mari berjuang harumkan indonesia!!