Alert Pay

Get Cash From Your Blog Please

Laguku


Powered by iSOUND.COM

Minggu, 13 Maret 2011

Hubungan Saling Mempengaruhi Antara Kepentingan Nasional,Kekuatan Nasional,Politik Luar Negeri dan Diplomasi

Kepentingan Nasional Serta Kekuatan Nasional
           
Secara konseptual kepentingan nasional adalah nilai-nilai dasar yang terpelihara dan dipertahankan oleh suatu negara dalam mencapai tujuannya.Kepentingan nasional menyangkut beberapa unsur yaitu:keutuhan wilayah dan bangsa,menjaga SDA dan SDM,berbagai aspek seperti ekonomi,politik,sosial,budaya,hankam,serta peranan suatu negara dalam lalu lintas hubungan antar negara.

Kepentingan nasional suatu negara memiliki beberapa tingkatan yaitu:

1.      Sangat Vital,meliputi survive-nya suatu bangsa serta menjaga keutuhan wilayah dan pertahanan keamanan.
2.      Vital,meliputi beberapa aspek seperti politik,ideologi,serta ekonomi.
3.      Kurang vital,meliputi aspek sosial dan budaya.

Kekuatan Nasional diciptakan sebagai hasila pemikiran yang berdasarkan kajian empiris antar negara berdasarkan indikator kekuatan nasional yang digunakan untuk mengadakan hubungan internasional yang dapat berupa kerjasama maupun konflik antar negara.Kekuatan nasional merupakan cerminan power yang kemudian ditentukan besar kecilnya power suatu negara.
           
Kekuatan nasional pada umunya terbagi atas tiga yaitu
  1. Instrumen militer,terkait dengan angkatan bersenjata suati negara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan nasioanal,
  2. Instrumen ekonomi,terkait pemanfaatan sumber-sumber seperti SDA dan SDM untuk mencapai tujuan nasional,
  3. Intrumen diplomatik,terkait cara-cara kedudukan politik internasional dan keterampilan diplomatik suatu negara yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan nasional.

Unsur-unsur kekuatan nasional yaitu letak geografis,sda,populasi,teknologi,moral bangsa,stabiltas pemerintahan,ekonomi,militer,ideologi,diplomasi,kepemimpinan,dan lain sebagainya.

Diplomasi
           
            Yang di maksud dengan diplomasi ialah alat untuk mencapai kondisi perdamaian melalui proses akomodasi.Perangkat diplomasi adalah negosiasi, maka seringkali diplomat disebut pula negosiator. Diplomasi dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan, mencegah perang, serta sebagai wadah mediasi konflik internasional. Kajian diplomasi dan perkembangannya tentu saja tidak bisa lepas dari catatan sejarah kapan diplomasi pertama kali dilakukan.


Menurut sumaryo suryokusumo, diplomasi adalah kegiatan politik dan merupakan kegiatan intenasional yang saling berpengaruh dan kompleks, dengan melibatkan pemerintah dan organisasi internasional untuk mencapai tujuan-tujuannya, melalui perwakilan diplomatik atau organ-organ lainnya. Diplomasi meupakan pengetahuan dan seni yang bersifat individual dan sosial. Diplomasi berbicara tentang sejarah, sistem, filsafat dalam politik, kebudayaan, kepentingan ekonomi, dan nilai-nilai etis dari anggota masyarakat dunia. Para diplomat mebuat laporan analisis yang dikirim ke kantor kementrian luar negerinya mengenai masalah yang menjadi data penting dalam perumusan kebijakan luar negeri.

Tujuan diplomasi antara lain adalah untuk :

  • Membina, menjaga, dan menyelenggarakan hubungan yang lancar dengan negara dan pemerintah lain,
  • Mengumpulkan dan menyampaikan informasi yang berguna,
  • Menjaga agar kepentingan negara sendiri tidak dirugikan dalam percaturan politik internasional,
  • Merepresentasikan bangsa dan negara sendiri di luar negeri; dan
  • Melindungi para  warga negara sendiri di luar negeri.Diplomasi suatu negara dilakukan baik oleh korps perwakilan diplomatic maupun oleh korps perwakilan konsuler.

Negara terlibat dalam diplomasi lebih disebabkan keadaan alamiah dunia tempat ia berada, yakni pada waktu dan tempat terdapat negara-negara yang mana aksi mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Pada yang seperti itu, sulit bagi mereka untuk bertindak dalam kevakuman sehingga interaksi antarnegara tidak dapat dihindari. Setiap negara pada akhirnya harus ambil bagian dalam kehidupan bertetangga yang berkaitan dengan ketergantungan yang semakin lama semakin intense. Oleh karena itu, diplomasi menjadi salah satu opsi guna menciptakan hubungan harmonis. Walaupun di sisi lain (menurut pandangan realis), sebenarnya terdapat opsi serupa yang agresif (yakni berupa ancaman militer) dikarenakan hubungan antarnegara yang harmonis bersifat mustahil

            Berikut metode-metode dalam berdiplomasi yaitu open diplomacy,convert diplomasi,secret diplomacy,machiavelli diplomacy,preventive diplomacy,conference,gun boat,ping pong,diplomatic encounter,serta diplomasi diplomas.

            Instrumen diplomasi sangat berpengaruh terhadap hasil dari negosiasi yang dilakukan,instrumen-instrumen tersebut meliputi berbagai bidang yaitu politik,sosial,budaya,ekonomi,pertahanan keamanan,media,dll dapat menjadi alat dalam proses berdiplomasi.

Beberapa poin tindakan dalam hubungan suatu negara dalam melakukan hubungan luar negeri:
  • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara berbagai perwakilan negara-negara. Pada suatu tingkat, semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi. Perlu diingat, penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. Pemberian sanksi, penggunaan kekuatan, dan penyesuaian aturan perdagangan, walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan, merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi.
  • Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan.
  • Perang, penggunaan kekuatan, sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz, yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis.
  • Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negara-negara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235, yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
  • Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen.
 Hubungan Saling Pengaruh Antara diplomasi dan Politik Luar Negeri
Pengertian Politik Luar Negeri adalah kumpulan kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungan luar negeri yang nmerupakan bagian dari kebijakan nasional dan semata mata dimaksudkan untuk mengabdi kepada kepentingan nasional.Dalam pengertian lain Politik Luar negeri diartikan sebagai suatu kebijaksanaan yang di ambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapain tujuan nasional(Rencana Strategi Pelaksaan Politik Luar Negeri Indonesia 1984-1988).
Sedangkan Menurut James N Rosseneau Politik Luar Negeri adalah Serangkaian sikap dan aktifitas sebuah negara yang berupaya mengambil keuntungan dari lingkungan internasional agar dapat mengatasi dan mewujudkan berbagai kebutuhan domestiknya.Dari berbagai pengertian di atas berarti pemerintah melalui politik luar negeri menproyeksikan kepentingan nasionalnya kedalam antar bangsa.

Politik luar negeri ditujukan untuk memajukan dan melindungi kepentingan Negara, sedangkan fungsi utama diplomasi adalah melindungi dan memajukan kepentingan nasional. Untuk itu, setiap bangsa harus menentukan sendiri sikapnya terhadap bangsa lain, dan juga harus menentukan arah tindakan yang akan diambil dan dicapai dalam urusan internasional.

Hubungan antara diplomasi dan kebijakan luar negeri adalah untuk membentuk dan menciptakan peran suatu negara di panggung politik dunia. Selain itu, tugas utama diplomasi adalah dapat memahamai dan bertindak dengan cepat dalam memperjuangkan kepentingan negaranya, khususnya di negara dimana ia ditempatkan.

Diplomasi berusaha menciptakan kesesuaian dan mendamaikan perbedaan-perbedaan dengan melakukan negosiasi dan mediasi antar negara dengan baik dan cerdik. Dalam hal ini, diplomasi indonesia menerapkan pola “intermestik“, yaitu diplomasi yang menyuarakan kepentingan nasional ke masyarakat internasional, dan mengomunikasikan perkembangan-perkembangan dalam negeri ke dunia internasional. Komunikasi dalam negeri bertujuan untuk membentengi kepentingan nasional serta mengambil langkan antisipatif dalam menghadapi arus tuntutan dunia.

Salah satu pelaku yang melaksanakan diplomasi adalah diplomat. Fungsi utama diplomat adalah mewakili negara pengirim di negara penerima, dalam organisasi-organisasi dunia dan forum-forum internasional. Para diplomat dengan daya tarik dankeahliannya dalam melakukan advokasi guna memengaruhi pengambil keputusan di negara penerima, dan terhadap diplomat lainnya sehingga pendekatan dapat dicapai guna membantu peningkatan hubungan antarnegara pengirim dan negara penerima.

Tugas utama seorang diplomat juga untuk mendapatkan data dan melaporkan informasinya ke negara pengirim. Para diplomat mengirimkan informasi tentang gambaran situasi (sikap negara tuan rumah, kekuatan, kelemahan, aspirasi, dan lain-lain) yang dijadikan dasar bagi para eksekutif negara tuan rumah untuk membuat kebijakan hubungan luar negerinya. Dengan seleksi dan evaluasi data dan informasi yang diperoleh secara sah sesuai dengan hukum dan kebiasaan internasional dilaporkan kepada pemeintahnya, maka akan menjadi masukan sebagai bahan pertimbangan para pembuat keputusan agar lebih efektif dalam menyusun kebijakan-kebijakan nasional.

 
Keterkaitan Antara Kepentingan nasional,Kekuatan Nasional,Poitik Luar Negeri serta Diplomasi

Hubungan antara kepentingan nasional,kekuatan nasional,politik luar negeri,dan diplomasi adalah politik luar negeri suatu negara dipengaruhi kepentingan nasional,kekuatan nasional,dan juga diplomasi dimana setiap kebijakan yang di ambil atau mengarah ke luar(hubungan dengan negara lain)ditujukan/didedikasikan kepada kepentingan nasional.Kebijakan yang di ambil tentunya didasarkan juga kepada kekuatan nasional yang dipunyai oleh negara si pembuat kebijakan begitu juga dengan proses diplomasi yang harus didasarkan pada hal tersebut.

Jadi,kekuatan nasional bisa dikatakan sebagai dasar dari kebijakan luar negeri suatu negara yang bila sendinya saja sudah kuat maka hal-hal lain juga akan meningkat seperti kualitas diplomasi akan menjadi semakin baik,arah serta kebijakan luar negeri menjadi jelas,perbaikan citra dimata dunia,yang pada akhirnya pemenuhan kepentingan nasional suatu negara dapat di maksimalkan.
Daftar Pustaka:

Between diplomacy and negotiation,hppt://www.jurnalphobia.com

Media sebagai alat diplomasi,Hppt://www.tabloiddiplomasi.com

Hubungan Internasional,hppt://www.wikipedia.com

2 komentar:

  1. wooow, informasi membantu banget :D btw anak HI bukan? :)

    BalasHapus
  2. Riffy : ya mas,, jadi buat ngumpulin tugas" kuliah aja mas!!hhe terima kasih mas,, maaf baru di balas mas,, lagi banyak tugas g sempat ngeblog lagi!!

    BalasHapus